TRADISI MARPANGIR MENYAMBUT BULAN RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF HADIST

Penulis

  • Sutan Mangaraja UIN Sumatera Utara Medan
  • Nurmajidah Daulay UIN Sumatera Utara Medan
  • Farid Adnir UIN Sumatera Utara Medan

Kata Kunci:

Marpangir, Hadist.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari Tradisi Marpangir dalam menyambut bulan suci ramadhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan pendekatan deksriptif. Tehnik pengumpulan data penelitian kepustakaan atau Kualitatif, dengan mengambil contoh-contoh dari literatur yang relevan dan konsisten. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data utama dan data sekunder. Sumber data utama berasal dari Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang merupakan karya tulis Imam Bukhari dan Imam Muslim. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari berbagai karya ilmiah yang berfungsi sebagai syarah hadis, termasuk di dalamnya jurnal dan sumber-sumber lainnya. Marpangir memiliki makna sebagai simbol pensucian diri baik secara lahir maupun batin menjelang bulan suci Ramadhan. Nilai sosial yang terkandung dalam tradisi marpangir yaitu, saat pelaksanaannya masyarakat beramai ramai pergi ke sungai  untuk melaksanakan tradisi marpangir disitulah masyarakat dapat menjalankan ritual membersihan diri. Tradisi ini berusaha menyatukan masyarakat agar berinteraksi satu sama lain dan sebagai momen bersilaturahmi untuk bermaaf maafan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

20-06-2026

Cara Mengutip

Mangaraja, S., Daulay, N., & Farid Adnir. (2026). TRADISI MARPANGIR MENYAMBUT BULAN RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF HADIST. Jurnal Akademika Kajian Ilmu-Ilmu Sosial, Humaniora Dan Agama, 6(1). Diambil dari https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jak/article/view/313

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama