Review: “Fenomena Hujan dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ilmi)”
Keywords:
Hujan, Tafsir IlmiAbstract
Penelitian ini membahas tentang fenomena hujan yang dikaji melalui ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir ilmi. Penelitian dilakukan menggunakan metode pustaka (library research) dengan sumber utama Tafsir Al-Jawahir karya Thanthawi Jauhari serta menggunakan metode tafsir maudhu’i atau tematik. Pembahasan dalam penelitian ini berfokus pada ayat-ayat yang berkaitan dengan proses terjadinya hujan dan hubungannya dengan ilmu pengetahuan modern. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa proses turunnya hujan telah diterangkan dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Q.S. An-Nur ayat 43 yang menjelaskan tentang terbentuknya awan hingga turunnya hujan. Selain itu, pada Q.S. Al-Mu’minun ayat 18 dijelaskan tentang air yang menguap dan diturunkan kembali ke bumi dengan ukuran tertentu. Proses penguapan tersebut dijelaskan melalui beberapa bentuk seperti evaporasi, transpirasi, dan sublimasi yang kemudian membentuk awan dan mengalami kondensasi hingga menjadi hujan. Penelitian ini juga menjelaskan manfaat hujan bagi kehidupan di bumi, seperti pendistribusian air ke daerah yang kering, membawa unsur-unsur yang dibutuhkan manusia, serta menjadi sumber air tawar bagi makhluk hidup. Hal tersebut dijelaskan dalam beberapa ayat seperti Q.S. Al-A’raf ayat 57, Q.S. Ar-Ra’d ayat 17, Q.S. Al-Waqi’ah ayat 68–69, dan Q.S. Al-Furqan ayat 49. Dari pembahasan tersebut dapat dipahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an tentang hujan memiliki keterkaitan dengan kajian sains dan menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an yang tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.


