Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs <p><strong>JOURNAL OF COMPREHENSIVE SCIENCE</strong></p> <p>Editor in Chief : Muhammad Hanafi</p> <p>Managing Editor : Muhammad Izuddin</p> <p>Editorial Boards : Muhammad Fahlevi</p> <p> Valen Okta Ningrum</p> <p> Faisal Bakti</p> <p> Tribusena Kuncoro</p> <p>ISSN : 2828-3775 (Online)</p> <p>Contact : wuinstitute@gmail.com</p> <p> </p> <p><strong>Journal of Comprehensive Science </strong>is a journal managed by <strong>Wahdatul Ulum Institute </strong>With ISSN 2828-3775 Published 3 times a year (February, June, November).</p> en-US Thu, 22 Jan 2026 12:43:30 +0000 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Review: “Fenomena Hujan dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Ilmi)” https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/306 <p>Penelitian ini membahas tentang fenomena hujan yang dikaji melalui ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir ilmi. Penelitian dilakukan menggunakan metode pustaka (library research) dengan sumber utama Tafsir Al-Jawahir karya Thanthawi Jauhari serta menggunakan metode tafsir maudhu’i atau tematik. Pembahasan dalam penelitian ini berfokus pada ayat-ayat yang berkaitan dengan proses terjadinya hujan dan hubungannya dengan ilmu pengetahuan modern. Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa proses turunnya hujan telah diterangkan dalam Al-Qur’an, salah satunya pada Q.S. An-Nur ayat 43 yang menjelaskan tentang terbentuknya awan hingga turunnya hujan. Selain itu, pada Q.S. Al-Mu’minun ayat 18 dijelaskan tentang air yang menguap dan diturunkan kembali ke bumi dengan ukuran tertentu. Proses penguapan tersebut dijelaskan melalui beberapa bentuk seperti evaporasi, transpirasi, dan sublimasi yang kemudian membentuk awan dan mengalami kondensasi hingga menjadi hujan. Penelitian ini juga menjelaskan manfaat hujan bagi kehidupan di bumi, seperti pendistribusian air ke daerah yang kering, membawa unsur-unsur yang dibutuhkan manusia, serta menjadi sumber air tawar bagi makhluk hidup. Hal tersebut dijelaskan dalam beberapa ayat seperti Q.S. Al-A’raf ayat 57, Q.S. Ar-Ra’d ayat 17, Q.S. Al-Waqi’ah ayat 68–69, dan Q.S. Al-Furqan ayat 49. Dari pembahasan tersebut dapat dipahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an tentang hujan memiliki keterkaitan dengan kajian sains dan menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an yang tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.</p> Astri Wulandari, Nur Intan Sari Ritonga Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/306 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 QUO VADIS HADIS POST MULTIMEDIA: MEMBACA ARAH STUDI HADIS MASA DEPAN https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/294 <p>The development of digital technology and multimedia has brought significant changes to the landscape of hadith studies, particularly in the ways hadith texts are accessed, disseminated, and understood in the public sphere. Hadith is no longer confined to classical texts and academic settings but now exists within a digital ecosystem through social media, applications, and various multimedia formats. This condition presents both opportunities and challenges, especially concerning scholarly authority, source validity, and methodological approaches in hadith studies. This article aims to examine the direction and future agenda of hadith studies in the post-multimedia era by analyzing shifts in media, transformations of religious authority, and their methodological implications. This study employs a qualitative approach with library research, drawing on classical hadith scholarship, contemporary literature, and academic journal articles addressing hadith, digital media, and multimedia. The data are analyzed using descriptive-analytical methods with thematic and historical-critical approaches. The findings indicate that the post-multimedia era has led to a shift in religious authority, transformations in the dissemination and interpretation of hadith, and the limitations of classical methodologies in responding to digital realities. Therefore, future hadith studies require integrative and interdisciplinary approaches that combine the tradition of ulūm al-ḥadīth with digital literacy, communication ethics, and the application of digital humanities. This article emphasizes that the future of hadith studies depends not only on preserving classical methodologies but also on epistemological adaptability to ensure the continued relevance and authenticity of hadith in contemporary digital society.</p> Sidiq Hartono, Rahmi Syahriza, Tonang Lubis, Shohib Sunnah Atqiya Manurung Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/294 Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0000 REVIEW: KISAH DALAM SURAH MARYAM DAN SURAH ALI 'IMRAN: SEBUAH PEMBACAAN PRA KANONISASI ANGELIKA NEUWIRTH https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/304 <p>Penelitian ini berangkat dari permasalahan dalam studi al-Qur’an, yaitu kecenderungan kajian yang berfokus pada mushaf final sehingga mengabaikan pra-sejarah wahyu yang merekam proses komunikasi pewahyuan. Pendekatan historis-kritis sarjana Barat terlalu menitikberatkan pada pengaruh eksternal, tanpa mengkaji bagaimana al-Qur’an secara spesifik merespons tradisi di sekitarnya. Pembacaan pra kanonisasi yang dikembangkan oleh Angelika Neuwirth menawarkan perspektif baru, yaitu melihat teks bukan sebagai mushaf yang telah final, tetapi sebagai proses pertumbuhan yang terekam di dalamnya. Analisis struktur dalam pembacaan ini memungkinkan setiap surah dibaca sebagai episode pewahyuan. Episode ini tidak berdiri sendiri, melaikan dibentuk dan menanggapi surah-surah sebelumnya. Sementara analisis intertekstual meyingkap diaolog al-Qur’an dengan tradisi-tradisi sebelumnya.Relevansi pembacaan pra kanonisasi terletak pada kemampuannya mengembalikan al-Qur’an ke ruang historis kemunculannya serta menunjukkan posisinya sebagai teks mandiri yang melampaui tradisi sebelumnya. Salah satu yang dikembangkan dalam kajian tersebut adalah penerapannya pada kisah Maryam yang muncul dalam dua surah dengan konteks yang berbeda, yaitu surah Maryam pada periode Makkiyah, dan surah Ali ‘Imran pada periode Madaniyah.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kisah Maryam dalam Surah Maryam dan Surah Ali ‘Imran dengan pembacaan pra kanonisasi yang dikembangkan Angelika Neuwirth. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi pengklasifikasian tema, penelusuran paralel intertekstual, analisis diakronik terhadap perbedaan periode pewahyuan, serta mengungkap proses reformulasi narasi. Analisis dilakukan secara menyeluruh terhadap pergeseran representasi figur Maryam dalam kedua surah tersebut.&nbsp; &nbsp;</p> <p>Hasil penelitian ini adalah, terdapat perkembangan narasi kisah Maryamdalam dua periode. Dalam surah Maryam (periode Mekkah) bertujuan untuk memberikan teladan, penekanan kesuciannya, dan penguatan tauhid sedangkan dalam surah Ali ‘Imran (periode Madaniyah) untuk pertama kalinya menempatkan Maryam dalam genealogi sebagai keluarga ‘Imran yang setara dengan keluarga Ibrahim. Narasi ini bertujuan sebagai upaya peneguhan otoritas kenabian Nabi Muhammad di hadapan komunitas Yahudi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembacaan pra kanonisasi dapat mengungkap dinamika pertumbuhan teks al-Qur’an <em>(process of growth)</em> dan relevansinya terhadap perubahan sosial politik komunitas penerima wahyu.</p> Faliha Aulia Siregar, Nazua Amelia Putri Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/304 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 REVIEW : BUDAYA FLEXING PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS MA’NA CUM MAGHZA) https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/311 <p>Penelitian ini membahas tentang budaya flexing, flexing adalah perilaku sombong yang sengaja memamerkan kekayaan, seperti mobil mewah, perhiasan, atau barang luxury. Fenomena ini muncul untuk mendapatkan pengakuan, rasa hormat, kekaguman, atau bahkan strategi pemasaran. Namun, flexing menuai perdebatan karena bertentangan dengan ajaran agama dan moralitas manusia. Kajian ini menggunakan metode Ma'na Cum Magza, yang menguraikan makna asli Al-Qur'an, tujuan turunnya ayat, serta menyamakan flexing era jahiliyah dengan masa kini. Oleh karena itu, pada penelitian ini merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: 1)Bagaimana konsep flexing yang disebutkan dalam Al-Qur'an? 2)Bagaimana konteks ayat serta perilaku flexing pada masa Nabi? 3)Bagaimana relevansi konsep flexing menurut Al-Qur'an dengan realitas kontemporer? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif berbasis pustaka (library research). Analisis data dilakukan secara deskriptif, guna menghasilkan temuan akurat dari data yang terkumpul, disajikan secara sederhana, serta didukung teori Ma'na Cum Magza. Penelitian ini sampai pada kesimpulan, 1) Larangan bersikap sombong dalam Al-Qur'an mencakup berbagai bentuk turunan, di mana yang paling terkait dengan flexing adalah kata mukhtal dan fakhur. 2) Flexing di zaman Nabi diwujudkan lewat berderingnya perhiasan, pameran harta, rivalitas antar kelompok guna bangun image diri. 3) Flexing kontemporer difasilitasi oleh kemajuan media sosial sebagai sarana ungkapan flexing. Perilaku itu berisiko hancurkan ikatan sosial dan rohani sebab didasari kesenangan sementara seperti ilmu, harta, serta kuasa yang diperkaya media sosial dalam percepatan penyebarannya.</p> Muhammad Zaki Rais Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/311 Fri, 15 May 2026 00:00:00 +0000 REVIEW : PENAFSIRAN AYAT-AYAT SOSIAL-POLITIK DALAM WEBSITE TAJDEED.ID https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/302 <p>Penelitian ini mengkaji penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an bertema sosial-politik pada situs <em>Tajdeed.id</em> selama periode 2019–2024. Objek penelitian dipilih karena peran media tersebut dalam merespons dinamika politik kontemporer melalui pendekatan yang memposisikan Al-Qur'an sebagai sumber etika publik dan kritik terhadap ketidakadilan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka, dengan teknik analisis deskriptif-analitik terhadap artikel-artikel yang terpilih yang dipublikasikan di <em>website Tajdeed.id</em> pada rentang waktu 2019–2024, mewawancari penulis, kemudian mengelompokkan tulisan-tulisan tersebut berdasarkan tema dan ayat yang dibahas. Fokus kajian mencakup tema-tema krusial seperti kekuasaan, demokrasi, kepemimpinan, hingga konsep <em>Islam kaffah. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran di <em>Tajdeed.id</em> bersifat kontekstual dan moderat dengan pendekatan <em>adabi-ijtima'i.</em> Penafsiran ini menekankan nilai-nilai universal seperti keadilan dan martabat kemanusiaan, serta sejalan dengan pemikiran Rashid Rida mengenai <em>islah al-ummah</em> (perbaikan umat) yang relevan dengan realitas sosial-politik di Indonesia.</p> Eni Misna, Ummi Annisa Gultom Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/302 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 RIVIEW: KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN ZULQARNAIN BERDASARKAN PENAFSIRAN SURAH AL-KAHFI https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/309 <p>Abstrak ini menjelaskan bahwa penelitian berfokus pada karakteristik kepemimpinan Zulqarnain dalam Surah Al-Kahfi dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti kitab tafsir, hadis, dan buku-buku terkait, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa Zulqarnain memiliki tiga karakter utama dalam kepemimpinannya, yaitu beriman, adil, dan bijaksana. Ketiga karakter ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Zulqarnain tidak hanya kuat secara kekuasaan, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai ketauhidan dan moral Islam. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa kisah Zulqarnain dalam Al-Qur’an menjadi teladan bagi seorang pemimpin dalam mengelola kekuasaan dengan benar dan bertanggung jawab. Namun, dari sisi penulisan abstrak, masih terdapat beberapa bagian yang perlu diperbaiki. Beberapa kalimat masih terlalu panjang dan kurang efektif sehingga mengurangi kejelasan isi. Selain itu, alur penyampaian antara latar belakang, tujuan, metode, dan hasil masih bisa dibuat lebih ringkas dan lebih terstruktur agar lebih mudah dipahami pembaca. Secara keseluruhan, isi penelitian sudah jelas, tetapi perlu penyempurnaan dalam hal kerapian bahasa dan efektivitas penulisan ilmiah.</p> M.Nurdin Abdillah, Abdul Fikri, Unggul Parulian Siahan Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/309 Thu, 14 May 2026 00:00:00 +0000 Review : Prinsip Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Al-Maraghi https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/300 <p>Meningkatnya krisis lingkungan global seperti pencemaran, perubahan iklim, dan kerusakan ekosistem yang menunjukkan adanya krisis moral manusia dalam mengelola alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip untuk pelestarian lingkungan dalam al-qur’an perspektif tafsir al-maraghi serta relevansinya dengan kondisi lingkungan kontemporer, dengan fokus ayat yang dikaji tentang tema lingkungan yaitu QS. Al-a’raf [7]:56, QS. Ar-rum [30]:41, QS. Hud [11]: 61, QS. Al-baqarah [2]:11-12 dan 205, Qs.Sad [38]:27, dsb. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, dengan menjadikan tafsir al-maraghi sebagai sumber atau rujukan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam al-maraghi menekankan &nbsp;prinsip ihsan dakam memanfaatkan alam, larangan berbuat kerusakan, pentingnya menjaga keseimbangan alam, serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan sebagai solusi dalam menghadapi kerusakan lingkungan modern.</p> Afiqah Zahraa, Lili Suryani Siregar Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/300 Sat, 09 May 2026 00:00:00 +0000 Review : Fenomena Childfree dalam Perspektif Tafsir Maqasidi Abdul Mustaqim https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/307 <p>Penelitian ini membahas fenomena childfree dalam perspektif tafsir maqasidi yang dikembangkan oleh Abdul Mustaqim. Childfree merupakan keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak meskipun secara fisik mampu, yang memunculkan pro dan kontra di masyarakat, khususnya dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan childfree serta mengkontekstualisasikannya dengan kondisi saat ini melalui pendekatan tafsir maqasidi. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak secara eksplisit membahas childfree, namun terdapat ayat-ayat yang mengisyaratkan pentingnya keturunan sebagai salah satu tujuan pernikahan. Dalam perspektif tafsir maqasidi, childfree tidak dapat dinilai secara mutlak benar atau salah, melainkan perlu ditinjau berdasarkan aspek kemaslahatan.</p> Lira Zufika Simamora, Suci Rahmadani Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/307 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 THE CRISIS OF NATIONALISM IN POLITICAL YEARS ETHICAL PHILOSOPHICAL PERSPECTIVE (Nation Conflicts to Global Security) https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/296 <p>Issues arising during the political year significantly influence the nationalism of a nation and state. Two primary focal points during this political period are the government and society. This research endeavors to scrutinize the crises of nationalism within these two spheres, particularly concerning domestic politics and foreign policy. Moreover, the study positions itself to address key inquiries: (1) What is the intricate relationship between nationalism and politics? (2) In what manifestation does the crisis of nationalism manifest during the political year? (3) How does ethical philosophy conceptualize and evaluate this phenomenon? The employed research methodology involves a comprehensive literature review, and the analysis is grounded in Larry Chonko's ethical philosophy.The research findings elucidate several dimensions: (1) The intricate relationship between nationalism and politics unfolds as nationalism poses challenges to identity politics, serves as a significant value in political participation, constitutes a foundation for the welfare of the populace, acts as a defense mechanism for the State from internal threats, and guides national development. (2) The crisis of nationalism during the political year manifests in both the government and society spheres, exerting repercussions on domestic politics and foreign policy in Indonesia. The governmental crisis of nationalism specifically targets public policy, legal frameworks, and political strategies. Conversely, societal manifestations revolve around national actions and perspectives. (3) The ethical philosophical perspective reveals that the crisis of nationalism during the political year, instigated by both the government and society, deviates from the principles of generosity, reduction of harm, respect for autonomy and was not in accordance with the principles of justice</p> Deniansyah Damanik Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/296 Fri, 02 Jan 2026 00:00:00 +0000 Review : Kesaksian Perempuan Dalam Al-Qur’an https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/305 <p>Penelitian ini membahas kesaksian perempuan dalam al-Qur’an dengan fokus pada QS. al-Baqarah [2]: 282, yang selama ini kerap dipahami secara tekstual sebagai dasar bahwa kesaksian perempuan bernilai setengah dari kesaksian laki-laki dalam perkara mu‘amalah. Pemahaman tersebut sering diperlakukan sebagai ketentuan universal tanpa mempertimbangkan konteks sosio-historis masyarakat Arab abad ke-7 saat ayat ini diturunkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis QS. al-Baqarah [2]: 282 melalui contextualist approach (pendekatan kontekstual) Abdullah Saeed agar diperoleh pemahaman yang lebih selaras dengan prinsip keadilan al-Qur’an dan realitas sosial kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Analisis dilakukan dengan menerapkan tahapan operasional pendekatan kontekstual Abdullah Saeed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan satu laki-laki dan dua perempuan dalam persaksian pada QS. al-Baqarah [2]: 282 bersifat respons kontekstual terhadap kondisi sosial masyarakat Arab awal yang didominasi oleh laki-laki dalam urusan ekonomi dan administrasi. Dalam konteks masyarakat modern, di mana perempuan memiliki kapasitas pendidikan dan peran publik yang setara, nilai kesaksian perempuan tidak dapat secara otomatis diposisikan lebih rendah dari laki-laki.</p> Yura Marizka Sipahutar, Siti Hartina Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/305 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 Review : Penafsiran Ayat Poligami di Media Online (Studi Akun Website NU Online) https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/312 <p>Penafsiran Al-Qur’an pada era digital mengalami perkembangan yang cukup signifikan melalui pemanfaatan media online sebagai sarana penyebaran informasi keagamaan. Website menjadi salah satu media yang efektif untuk menyampaikan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an kepada masyarakat luas karena mudah diakses kapan saja dan oleh siapa saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat poligami yang terdapat dalam Website NU Online, meliputi bentuk penafsiran, karakteristik penafsiran, serta relevansinya dalam konteks kehidupan masyarakat modern.</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari artikel-artikel yang membahas ayat poligami di Website NU Online, kemudian dianalisis menggunakan teori tafsir dan teori media. Penelitian ini menunjukkan bahwa media online memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu-isu keagamaan yang aktual.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran ayat poligami di NU Online cenderung merujuk pada pandangan ulama klasik dan kontemporer yang memandang poligami sebagai syariat Islam yang dibolehkan dengan syarat yang sangat ketat. Dalam konteks masa kini, poligami dipandang sebagai solusi alternatif terakhir dan tidak dianjurkan apabila berpotensi menimbulkan ketidakadilan. Karakteristik penafsiran dalam NU Online termasuk tafsir bil ra’yi dengan metode bayani, maudhu’i, dan ijmali. Penelitian ini juga menegaskan bahwa media online menjadi sarana baru yang efektif dalam penyebaran tafsir Al-Qur’an serta mampu memberikan respons cepat terhadap persoalan sosial keagamaan masyarakat modern.</p> Candra Widana, Fikri Alfarizi Mrg Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/312 Sat, 16 May 2026 00:00:00 +0000 REVIEW : PERANG DALAM PRESPEKTIF AL-QUR'AN (STUDI MUQARIN TAFSIR AL-MISHBAH DAN IBNU KATSIR) https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/303 <p>Abstrak dalam skripsi ini sudah mencakup unsur-unsur penting dalam penulisan karya ilmiah. Penulis memulai dengan latar belakang yang menjelaskan bahwa perang dalam Islam tidak terlepas dari konteks penindasan dan pembelaan diri, serta didasarkan pada beberapa ayat Al-Qur’an seperti QS. Al-Baqarah: 190, QS. Al-Hajj: 39, dan QS. Al-Anfal: 39. Selanjutnya, tujuan penelitian disampaikan dengan jelas, yaitu untuk mengetahui dan membandingkan penafsiran dua mufasir, yakni M. Quraish Shihab dan Ibnu Katsir, terhadap ayat-ayat perang tersebut. Dari segi metode, abstrak telah menunjukkan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan metode deskriptif dan komparatif (muqarin), serta memanfaatkan sumber utama berupa kitab tafsir. Hal ini sudah sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan.</p> <p>Pada bagian hasil, abstrak menyampaikan bahwa kedua mufasir memiliki kesamaan pandangan bahwa perang dalam Islam bersifat defensif, dilakukan untuk melawan penindasan dan menjaga kebenaran. Selain itu, terdapat perbedaan dalam pendekatan penafsiran, dimana Quraish Shihab lebih kontekstual, sedangkan Ibnu Katsir lebih tekstual. Secara keseluruhan, abstrak ini sudah mampu memberikan gambaran umum mengenai isi penelitian, mulai dari latar belakang hingga hasil yang diperoleh, sehingga pembaca dapat memahami arah dan fokus kajian yang dilakukan.</p> Dea Novitri, Amalia Majid Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/303 Wed, 13 May 2026 00:00:00 +0000 REVIEW : ANGIN DALAM AL-QUR‘AN (STUDI ANALISIS TAFSIR AL-QUR‘AN DENGAN PENDEKATAN SAINS) https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/310 <p>Penelitian ini membahas tentang fenomena angin dalam perspektif Al-Qur’an serta korelasinya dengan sains modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui macam-macam angin yang disebutkan dalam Al-Qur’an serta memahami hubungannya dengan ilmu pengetahuan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tematik (<em>maudhu’i</em>), yaitu dengan menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan angin untuk dianalisis secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angin dalam Al-Qur’an memiliki berbagai makna dan fungsi, baik sebagai rahmat maupun sebagai azab. Selain itu, terdapat kesesuaian antara penjelasan Al-Qur’an tentang angin dengan temuan sains modern, khususnya dalam proses terjadinya hujan dan pergerakan atmosfer. Dengan demikian, kajian ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki relevansi dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.</p> Dela Widya Salsa, Elza Muthia Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/310 Thu, 14 May 2026 00:00:00 +0000 Review: Talak Dan ‘Iddah Dalam Al-Qur’an (Kajian Terhadap Hermeneutika Amina Wadud Muhsin) https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/301 <p>Skripsi yang ditulis oleh Arum Mayasari ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Amina Wadud Muhsin tentang talak dan ‘iddah dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan hermeneutika feminisme. Latar belakang penelitian ini adalah adanya ketentuan fikih konvensional yang memberikan hak talak secara eksklusif kepada suami, sementara Al-Qur’an sendiri tidak secara tegas mencabut hak tersebut dari perempuan.Amina Wadud, seorang tokoh feminis Muslim kontemporer, memandang bahwa praktik ini merupakan indikasi ketidaksejajaran gender yang lahir dari penafsiran patriarkal, bukan dari teks Al-Qur’an itu sendiri.</p> <p>Penelitian ini mengajukan dua pokok permasalahan: (1) bagaimana pandangan para ulama tentang talak dan ‘iddah dalam Islam, dan (2) bagaimana aplikasi hermeneutika feminisme Amina Wadud Muhsin mengenai pandangannya tentang talak dan ‘iddah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research), mengandalkan data primer dari karya-karya Amina Wadud, terutama Wanita di dalam Al-Qur’an dan Al-Qur’an Menurut Perempuan, serta data sekunder dari kitab tafsir, hadis, fikih, jurnal, dan skripsi terkait.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amina Wadud menolak anggapan bahwa hak talak mutlak milik laki-laki. Menurutnya, tidak ada petunjuk dalam Al-Qur’an yang mengisyaratkan bahwa seluruh kewenangan talak harus direnggut dari kaum wanita. Sebaliknya, tradisi pra-Islam justru menunjukkan bahwa wanita dapat menyatakan penolakannya terhadap perkawinan dengan mudah. Sementara itu, ulama fikih berpendapat bahwa talak diberikan kepada suami karena pertimbangan rasionalitas laki-laki yang lebih stabil dan tanggung jawab finansial suami dalam rumah tangga. Skripsi ini menyimpulkan bahwa dalam praktik hukum Islam kontemporer di Indonesia, baik suami maupun istri sudah memiliki hak untuk mengajukan gugatan cerai, sehingga ketimpangan yang dikritik oleh Amina Wadud secara bertahap telah terakomodasi.</p> <p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a></p> Siti Azizah, Fadillah Fitri Amaliah Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/301 Mon, 11 May 2026 00:00:00 +0000 “REVIEW:PENAFSIRAN HAMKA TERHADAP AYAT-AYAT PROSES TURUNNYA HUJAN (ANALISIS HERMENEUTIKA HANS GEORG GADAMER)” https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/308 <p>Skripsi yang berjudul “Penafsiran HAMKA Terhadap Ayat-Ayat Proses Turunnya Hujan (Analisis Hermeneutika Hans Georg Gadamer)” merupakan karya Zarahtul Jannah dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, tahun 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap penafsiran HAMKA tentang ayat-ayat proses turunnya hujan dalam Tafsir Al-Azhar.</p> <p>Penelitian ini berfokus pada bagaimana penafsiran HAMKA mengenai ayat-ayat proses turunnya hujan serta faktor-faktor yang mempengaruhi penafsiran tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah hermeneutika Hans-Georg Gadamer dengan tiga unsur utama: keterpengaruhan sejarah (affective history), prapemahaman (pre-understanding), dan penggabungan dua horizon (fusion of horizons). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran HAMKA bersifat lebih rinci dan ilmiah dibandingkan mufasir lain yang bercorak sosial kemasyarakatan serupa, seperti Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah.</p> Taufik Rizal, Muhammad Al Hafiz Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/308 Thu, 14 May 2026 00:00:00 +0000 ANXIETY LEVEL AND ITS IMPACT ON LEARNING ACHIEVEMENT https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/299 <p><em>Academic anxiety is a common psychological phenomenon among students and has a complex relationship with learning achievement. This journal aims to examine the dynamics of this relationship and the factors that influence it, such as motivation, emotional intelligence, and coping strategies. The research method used is library research with a qualitative approach, analyzing various literature sources such as journals, scientific articles, and theses. The study results indicate that the relationship between anxiety and achievement is not linear. Mild to moderate anxiety can function as a motivator, while high and unmanaged anxiety significantly disrupts concentration, memory, and learning motivation, potentially decreasing achievement. Protective factors such as strong intrinsic motivation, emotional intelligence, and the application of problem-focused coping strategies have been shown to moderate the negative effects of anxiety. In conclusion, academic success is not only determined by efforts to eliminate anxiety but more on the learner's capacity to manage it, supported by a conducive learning environment.</em></p> Aisyah Azzahra Harahap Copyright (c) 2026 Journal of Comprehensive Science https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/299 Wed, 07 Jan 2026 00:00:00 +0000