REVIEW: KISAH DALAM SURAH MARYAM DAN SURAH ALI 'IMRAN: SEBUAH PEMBACAAN PRA KANONISASI ANGELIKA NEUWIRTH

Authors

  • Faliha Aulia Siregar UIN Sumatera Utara Medan
  • Nazua Amelia Putri UIN Sumatera Utara Medan

Keywords:

Pra kanonisasi, Kisah Maryam, Surah Ali ‘Imran, Surah Maryam

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan dalam studi al-Qur’an, yaitu kecenderungan kajian yang berfokus pada mushaf final sehingga mengabaikan pra-sejarah wahyu yang merekam proses komunikasi pewahyuan. Pendekatan historis-kritis sarjana Barat terlalu menitikberatkan pada pengaruh eksternal, tanpa mengkaji bagaimana al-Qur’an secara spesifik merespons tradisi di sekitarnya. Pembacaan pra kanonisasi yang dikembangkan oleh Angelika Neuwirth menawarkan perspektif baru, yaitu melihat teks bukan sebagai mushaf yang telah final, tetapi sebagai proses pertumbuhan yang terekam di dalamnya. Analisis struktur dalam pembacaan ini memungkinkan setiap surah dibaca sebagai episode pewahyuan. Episode ini tidak berdiri sendiri, melaikan dibentuk dan menanggapi surah-surah sebelumnya. Sementara analisis intertekstual meyingkap diaolog al-Qur’an dengan tradisi-tradisi sebelumnya.Relevansi pembacaan pra kanonisasi terletak pada kemampuannya mengembalikan al-Qur’an ke ruang historis kemunculannya serta menunjukkan posisinya sebagai teks mandiri yang melampaui tradisi sebelumnya. Salah satu yang dikembangkan dalam kajian tersebut adalah penerapannya pada kisah Maryam yang muncul dalam dua surah dengan konteks yang berbeda, yaitu surah Maryam pada periode Makkiyah, dan surah Ali ‘Imran pada periode Madaniyah.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kisah Maryam dalam Surah Maryam dan Surah Ali ‘Imran dengan pembacaan pra kanonisasi yang dikembangkan Angelika Neuwirth. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi pengklasifikasian tema, penelusuran paralel intertekstual, analisis diakronik terhadap perbedaan periode pewahyuan, serta mengungkap proses reformulasi narasi. Analisis dilakukan secara menyeluruh terhadap pergeseran representasi figur Maryam dalam kedua surah tersebut.   

Hasil penelitian ini adalah, terdapat perkembangan narasi kisah Maryamdalam dua periode. Dalam surah Maryam (periode Mekkah) bertujuan untuk memberikan teladan, penekanan kesuciannya, dan penguatan tauhid sedangkan dalam surah Ali ‘Imran (periode Madaniyah) untuk pertama kalinya menempatkan Maryam dalam genealogi sebagai keluarga ‘Imran yang setara dengan keluarga Ibrahim. Narasi ini bertujuan sebagai upaya peneguhan otoritas kenabian Nabi Muhammad di hadapan komunitas Yahudi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembacaan pra kanonisasi dapat mengungkap dinamika pertumbuhan teks al-Qur’an (process of growth) dan relevansinya terhadap perubahan sosial politik komunitas penerima wahyu.

Published

2026-05-13

How to Cite

Faliha Aulia Siregar, & Nazua Amelia Putri. (2026). REVIEW: KISAH DALAM SURAH MARYAM DAN SURAH ALI ’IMRAN: SEBUAH PEMBACAAN PRA KANONISASI ANGELIKA NEUWIRTH. Journal of Comprehensive Science, 5(1). Retrieved from https://jurnal.wu-institute.com/index.php/jcs/article/view/304